Tugu Cafrinho Suguhkan Warna Berbeda di Synchronize Fest 2017

Tugu Cafrinho Suguhkan Warna Berbeda di Synchronize Fest 2017 – Keroncong disebut-sebut lahir di perkampungan pesisir di Jakarta, pasnya di Kampung Tugu, Jakarta Utara. Diantara satu kelompok musik yg masihlah aktif melagukan keroncong dari panggung ke panggung merupakan Keroncong Tugu Cafrinho.

Dibawah pimpinan Guido Quiko, musik sebagai serapan dari Portugis itu ini malam didendangkan di panggung Dynamic Stage pada gelaran Synchronize Fest 2017 hari pertama, Jumat (6/10/2017) .

Keroncong Tugu Cafrinho jadi hiburan yg menyejukkan di tengahnya gempuran musik keras dari The Sigit di panggung sisi. Arasemen musik yg dimanfaatkan oleh kelompok musik ini merupakan ukulele, gitar akustik, contra bass, bass, serta biola. Ada tiga penyanyi yg melantunkan lagu-lagu diatas panggung.

Mereka membawakan beberapa lagu keroncong yg terdengar sangat classic. Beberapa dari lagu-lagu itu cukup familiar di telinga bahkan juga utk orang yg tak mengerti keroncong.

Lagu yg dibawakan dimulai dari ‘Sayur Asem’, ‘Dayung Sampan’, serta ‘Malam Minggu’.

” ‘Habis ini kita kemana, Bang? ‘ bertanya diantara satu penyanyi. ‘Ke Pasar Baru saja deh’, ” jawab sang pemain gitar. Penuturan itu lantas memulai lagu ‘Gang Kelinci’.

Walaupun datang dari Tanah Betawi, akan tetapi Keroncong Tugu Cafrinho masih ciamik kala membawakan lagu ‘Alusio’ sebagai lagu daerah suku Batak versus keroncong.

Walaupun keroncong waktu ini acapkali dilupakan ditengah hiruk pikuk musik-musik moderen, akan tetapi di tahan penggiat keroncong Kampung Tugu ini, kita kenal keroncong bakal masih lestari.