Messi Tunjukkan Amarahnya Pada Milner , Mengapa?

 Messi Tunjukkan Amarahnya Pada Milner , Mengapa? – James Milner membuka satu diantara keburukan yang diperlihatkan Lionel Messi saat Liverpool berjumpa dengan Barcelona di pertandingan putaran pertama semi-final Liga Champions. Saat itu, dia diejek dengan panggilan keledai oleh bintang asal Argentina itu.

Dapat disebut, Messi tidak punyai banyak fakta untuk menunjukkan rasa frustrasinya pada Milner. Karena pertandingan putaran pertama itu sukses dimenangi oleh Barcelona dengan score mutlak 3-0, yang membuat mereka sudah sempat diunggulkan maju ke final.

Tetapi dorongan Milner cukup sudah untuk memancing amarahnya. Messi sudah sempat lakukan memprotes pada wasit serta minta gelandang Liverpool itu diganjar dengan kartu kuning. Tetapi pemimpin laga itu tidak menggubris permohonannya.

Scroll ke bawah untuk membaca info sedetailnya.

1 dari 2
Messi Ejek Milner
Sesudah kejadian itu, Messi tunjukkan amarahnya pada Milner serta mengejeknya dalam bahasa Spanyol, Burro, yang bermakna keledai. Striker asal Argentina itu mengejeknya tanpa ada tahu jika Milner pintar berbahasa Spanyol.

“Ia tidak suka,” tutur Milner pada Daily Mail. “Ia mengoceh dalam bahasa Spanyol waktu ke arah ruangan ubah pada interval set pertama. Ia menyebut saya dengan panggilan ‘Burro’,” sambungnya.

“Berarti keledai, tetapi itu dipakai dalam sepak bola Spanyol jadi panggilan umum buat yang suka menendang orang. Saya menanyakan apa ia baik-baik saja, tetapi dia tidak menjawab. Saya fikir ia tidak sadar jika saya dapat berbahasa Spanyol,” Sambungnya.

2 dari 2
Milner Dipandang Balas Dendam
Messi memandang aksi Milner ialah pembalasan dendam atas nutmeg-nya di tahun 2015 dahulu, waktu Milner masih di Manchester City. Tetapi apa pun anggapannya, pemain berusia 33 tahun itu masih lihat Messi jadi figur yang patut untuk dihormati.

“Ia mengatakan: ‘pelanggaran yang anda kerjakan, itu sebab saya lakukan nutmeg pada anda’. Saya meninggalkannya saat itu serta masuk ke ruangan ubah,” imbuhnya.

“Lihat, saya cuma kagum pada ia. Ia patut untuk menjelaskan apa pun yang ia kehendaki,” pungkasnya.

Untungnya, permasalahan tidak bersambung ke pertemuan ke-2 yang sukses dimenangi oleh Liverpool dengan score mutlak 4-0. Karena kemenangan itu, scuad bimbingan Jurgen Klopp itu dikatakan maju ke set final Liga Champions.